A. Hakikat
Komunikasi
Untuk memudahkan kita
mendefinisikan dan memahami komunikasi, kita harus mengerti hakikat
komunikasi.Kita harus mengambil unsur-unsur komunikasi yang merupakan elemen
yang selalu ada ketika kita bicara tentan komunikasi, untuk mengidentifikasikan
apakah suatu peristiwa atau gejala dapat kita sebut komunikasi atau bukan. Dari
apa yang kita bahas diatas, setidaknya ada tiga unsur yang bisa kita gunakan,
yaitu:
1.
Usaha
Kata usaha berarti ‘suatu hal yang dilakukan secara sadar dan memiliki
tujuan’. Seorang melakukan komunikasi dengan suatu motif, atau setidaknya sadar
bahwa ia melakukan suatu penyampaian pesan kepada orang lain-meskipun derajat
kesengajaan kadang sulit ditentukan.
Sigmund Freud mengatakan bahwa jika
manusia terdiri atas alam sadar dan alam bawah sadar. Oleh karenanya, terdapat
motif-motif yang disadari (manifest) dan motif-motif yang tidak disadari (latent), terpendam dan muncul dari alam bawah sadar, mendorong kita
menyampaikan pesan kepada manusia lain.
2.
Penyampaian
Pesan
Komunikasi memang berkaitan dengan
perilaku manusia dan hubungan antara sesame manusia.Akan tetapi, tidak semua
perilaku dan hubungan manusia bisa disebut tindakan atau hubungan komunikasi.
Salah satu yang mencirikan bahwa tindakan manusia disebut komunikasi, selain
hal yang telah dibahas diatas, adalah adanya tindakan, kegiatan, atau proses
penyampaian pesan.
3.
Antarmanusia
Objek formal Ilmu Komunikasi adalah
untuk penyampaian pesan antarmanusia, yakni manusia yang sehat akal budinya.
Objek material ilmu komunikasi adalah perilaku manusia, sama seperti objek
material ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karenanya, Ilmu Komunikasi hanya
mengkaji komunikasi antarmanusia dan tidak kepada yang bukan manusia.
Berdasarkan pemahaman
tersebut diatas dapat dikatakan bahwa Manusia hidup dalam dunia komunikasi.
Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi
antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat .
Dengan demikian Hakekat Komunikasia dalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk
menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu.
B. Mendefinisikan
Komunikasi
Beberapa sumber menyebutkan bahwa kata
komunikasi berasal dari bahsa Latin communis, yang berarti ‘membuat kebersamaan’
atau ‘membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih’.Akar kata communis adalah communico, yang berarti ‘berbagi’.Dalam hal ini, yang dibagi adalah
pemahaman bersama melalui pertukaran pesan. Komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris, communicate, berarti :
·
Untuk
bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan informasi;
·
Untuk
menjadikan paham (tahu);
·
Untuk
membuat sama; dan
·
Untuk
mempunyai sebuah hubungan yang simpatik.
Sedangkan,
dalam kata benda (noun), communication,berarti :
·
Pertukaran
simbol, pesan-pesan yang sama, dan informasi;
·
Proses
pertukaran diantara individu-individu melalui sistem simbol-simbol yang sama;
·
Seni
untuk mengekspresikan gagasan-gagasan; dan
·
Ilmu
pengetahuan tentang pengiriman informasi.
Jadi secara umum, komunikasi
didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia.Jadi, Ilmu
Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan
antarmanusia.Objek Ilmu Komunikasi adalah komunikasi, yakni usaha penyampaian
pesan antarmanusia. Ilmu Komunikasi tidak mengkaji proses penyampaian pesan
kepada mahluk yang bukan manusia (hewan dan tumbuh-tumbuhan).
Pada 1976, Dance dan Larson
mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan.Bisa jadi, sekarang jumlah
itu telah meningkatkan lebih banyak. Mereka mengidentifikasi tiga dimensi
konseptual penting yang mendasari perbedaan ke-126 definisi temuannya itu,
antara lain:
1.
Komunikasi
dilihat dari Tingkat Observasi atau Derajat Keabstrakannya
a.
Komunikasi
bersifat umum: menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang menghubungkan
satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Dalam hal ini, komunikasi
adalah gejala yang umum ada dalam kehidupan, tidak ada kehidupan manusia yang
lepas dari proses komunikasi; dan
b.
Komunikasi
yang bersifat terlalu khusus: menyatakan bahwa komunikasi adalah alat untuk
tujuan-tujuan dan bidang-bidang khusus, seperti untuk mengirimkan pesan
militer, perintah, dan sebagainya melalui telepon, telegraf, radio, kurir, dan
sebagainya.
2.
Komunikasi
dengan Tingkat Kesengajaan
Sengaja berarti dilakukan dengan sadar dan kadang
terencana.Dalam hal ini, komunikasi dilakukan secara sadar-pesan dan tindakan
mengirimkan pesan dilakukan secara sadar.Komunikasi dipahami sebagai
situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentransmisikan suatu pesan
kepada seseorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.
Sedangkan, definisi yang mengabaikan kesengajaan,
misalnya dari Code (1959) yang mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang
membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang atau monopoli
seseorang menjadi dimiliki dua orang atau lebih. Jadi, dalam hal ini kata
kuncinya adalah pesan dan informasi yang terbagi bersama antara dua orang
akibat pesan yang dating dari satu pihak/orang, entah disadari atau tidak,
disengaja atau tidak.
3.
Definisi
Berdasarkan Tingkat Keberhasilan dan Diterimanya Pesan
Dalam hal ini, komunikasi dilihat dengan menekankan pada
keberhasilan dan diterimanya pesan. Misalnya, definisi yang menyatakan bahwa
komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk mendapatkan saling
pengertian. Sedangkan, yang tidak menekankan keberhasilan, misalnya definisi
yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses transmisi informasi semata, tak
peduli pada tingkat keberhasilan penyampaian pesan tersebut.
C. Unsur-unsur
Komunikasi
Dari paparan yang telah diuraikan
diatas, untuk dapat terjadi proses komunikasi, minimal terdiri dari tiga unsure
utama:
·
Pengiriman
pesan;
·
Pesan;
serta
·
Target
penerimaan pesan.
Namun,
komunikasi bukan semata terdiri atas tiga unsur ini. Ketiga unsur itu adalah
unsur-unsur dasar, tetapi proses komunikasi bisa mengandung lebih dari
unsur-unsur itu.
1.
Pengirim
Pesan: Komunikator
Pengirim pesan adalah manusia yang
memulai proses komunikasi, disebut “komunikator”. Komunikator ketika mengirim
pesan tentunya memiliki motif dan tujuan, yang sering disebut “motif
komunikasi”.Ada yang menyebut pengirim pesan atau komunikator dengan istilah
“pengirim” saja atau disebut juga “sumber”. Sebagian pengamat dan ilmuwan
komunikasi lain ada yang menyebutnya sebagai encoder. Istilah “encoder”
identik dengan istilah yang diartikan sebagai alat penyandi. “Encoding” adalah
proses penyandian, yang disandikan dengan pesan.
2.
Penerima
Pesan: Komunikan
Penerima pesan (komunikan) adalah
manusia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditunjukan. Ada ahli lain
yang menyebut penerima pesan atau komunikan sebagai “decoder”.
Dilihat dari jumlah komunikator dan
komunikannya, proses komunikasi dapat terjadi dalam Sembilan kemungkinan,
antara lain:
·
Antara
satu orang dan satu orang, misalnya penulis dengan kekasih penulis;
·
Antara
satu orang dan banyak orang, misalnya penulis dengan mahasiswa penulis;
·
Antara
satu orang dan massa, misalnya penulis sebagai penulis opini dikoran, penulis
sebagai komunikator massa yang menyampaikan pesan melalui media massa;
·
Antara
banyak orang dan satu orang, misalnya sekelompok warga desa yang melakukan
demonstrasi terhadap lurahnya atau menyampaikan tuntutan kepada kepala desanya;
·
Antara
banyak orang dan banyak orang, misalnya sekelompok mahasiswa dengan kelompok
lainnya;
·
Antara
banyak orang dan massa, misalnya sekelompok polisi mencanangkan pesan
anti-terorisme, menyampaikan pesan melalui TV sebagai media massa elektronik;
·
Antara
massa dan satu orang, misalnya khalayak pembaca media massa mempertanyakan
pernyataan seorang tokoh dimedia massa;
·
Antara
massa dan banyak orang, misalnya khalayak pembaca media massa mempertanyakan
sikap sekelompok polisi yang katanya anti-terorisme tadi;dan
·
Antara
massa dan massa, misalnya sebagaian khalayak massa pembaca Tempo yang setuju atau suatu pemberitaan, sementara sebagian
khalayak lainnya tidak setuju atas pemuatan berita dimajalah itu.
3.
Pesan
Pesan kita definisikan sebagai segala
suatu yang disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif
komunikasinya.Pesan sebenarnya adalah suatu hal yang sifatnya abstrak
(konseptual, ideologis, dan idealistik). Akan tetapi, ketika ia disampaikan
dari komunikator kepada komunikan, ia menjadi konkret karena disampaikan dalam
bentuk simbol/lambang berupa bahsa (baik lisan maupun tulisan), suara(radio),
gambar(visual), mimik, gerak-gerik, dan lain sebagainya.
4.
Saluran
Komunikasi dan Media Komunikasi
Saluran komunikasi dapat berjalan baik
ada media atau tidak. Komunikasi bisa terjadi tanpa media atau nonmediatedcommunication yang
berlangsung tatap muka atau via-a-vis
(face-to-face), tatap muka. Aktivitas komunikasi tatap muka ini bentuknya
bermacam-macam, mulai dari perbincangan, wawancara, konseling, rapat, seminar,
lokakarya, hingga pameran tempat target komunikan (calon konsumen) dapat
berbincang langsung tatap muka dengan wakil dari perusahaan guna membicarakan
produk yang dipamerkan.
Media komunikasi berupa teknologi
dilihat dari jumlah target komunikannya dapat dibedakan atas dua jenis:
a.
Media
Massa
Media massa adalah media yang berkaitan dengan
penyampaian pesan. Pesan tersebut berhubungan dengan orang banyak yang
membutuhkan pesan dan informasi yang berhubungan dengan apa yang terjadi pada
sedikit orang diantara orang banyak itu. Misalnya, informasi berupa gunung meletus
yang terjadi disebuah kabupaten dapat diterima kepada seluruh masyarakat
disebuah Negara atau bahkan dinegara lainnya, tergantung daya jangkau media
massa tersebut.
b.
Bukan
Media Massa
Dilihat dari sifatnya, non-media massa dapat dibedakan
menjadi dua:
1.
Media
Manusia: manusia sebagai penyampai pesan karena pesan tidak bisa dilakukan
secara tatap muka sehingga dikirimlah manusia sebagai media penyampai pesan,
misalnya kurir pembawa pesan;dan
2.
Media
benda: yang dapat dibedakan atas yang elektronik (telepon, faksmile) dan yang
nonelektronik (surat). Perkembangan teknologi komunikasi terkini, yakni
teknologi komputer dengan internetnya, melahirkan media yang bersifat
multimedia. Dikatakan multimedia karena hamper seluruh bentuk media komunikasi
yang telah dikenal umat manusia menyatu dalam perangkat elektronik digitalnya.
Di internet kita dapat menemukan surat elektronik, i-phone (telepon internet), surat kabar/majalah elektronik, radio
internet, TV internet, bahkan kegiatan tatap muka melalui internet (video conference).
5.
Efek
Komunikasi
Efek komunikasi adalah situasi yang
diakibatkan oleh pesan komunikator dalam diri komunikannya. Efek komunikasi ini
berupa efek psikologis yang terdiri dari tiga hal:
·
Pengaruh
kognitif, yaitu bahwa dengan komunikasi, seseorang menjadi tahu tentang
sesuatu. Berarti, komunikasi berfungsi untuk memberikan informasi;
·
Pengaruh
afektif, yaitu bahwa dengan pesan yang disampaikan terjadi perubahan perasaan
dan sikap. Misalnya, karena suatu pidato yang bersifat persuasive, tercipta
sikap untuk melakukan sesuatu atau sikap setuju tidak setuju terhadap sesuatu;
dan
·
Pengaruh
konatif, yaitu pengaruh yang berupa tingkah laku dan tindakan. Karena menerima
pesan dari komunikator atau penyampai pesan, komunikan bisa bertindak untuk
melakukan sesuatu. Misalnya, karena baru mendengar khotbah dimasjid yang
mengobarkan kebencian terhadap agama lain, umat Islam dimasjid tersebut
beramai-ramai menuju gereja dan membakarnya.
D. Komunikasi
sebagai Aktivitas Simbolis dan Pertukaran Makna
Karena komunikasi terjadi antar
manusia, salah satu sifat yang melekat adalah manusia sebagai makhluk yang
menyukai simbol (homo simbolicum) dan manusia yang selalu mencari dan
mengeluarkan makna (homo significan).Dalam hal ini, komunikasi juga disebut
sebagai aktivitas simbolis karena kegiatan komunikasi menggunakan simbol-simbol
bermakna yang diubah kedalam kata-kata (verbal) untuk ditulis dan diucapkan
atau simbol “bukan kata-kata verbal” (non verbal) untuk “diperagakan”.
Manusia selalu dihadapkan pada “arti”
atau “makna”. Setiap individu yang menyampaikan “arti” pada orang lain.
Perasaan terhadap diri seseorang dibentuk dan didukung oleh respon orang lain.
Jika seseorang konsisten menunjukkan dirinya dalam berbagai perbedaan, dia juga
harus menerima perlakuan orang lain sesuai yang dia berikan padanya.
Daftar Pustaka
Mulyana, Deddy,
Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar,Bandung,
Rosda karya, 2009
Wiryanto.
Pengantar Ilmu Komunikasi,
0 Response to "Hakikat Komuniksi"